“Worth” adalah adjective, bukan verb. Akhiran “-ed” hanya ditambahkan ke verb (kata kerja). Jadi tidak ada itu “worthed”. Ngarang2 aja.
Yang betul adalah “worth it”.
“It” di situ juga seharusnya mengacu ke sesuatu yang sudah dijelaskan sebelumnya. Misalnya: “beli aja itu extended warrantynya, it’s worth it kok”, di sini “it” yang pertama mengacu kepada pembeliannya itu sendiri sedangkan “it” yang kedua mengacu kepada uang yang dibayar untuk membeli extended warrantynya.
Contoh lain: “makanan di sana murah-murah dan enak-enak, kalo mau nyoba2 it’s worth it kok”, di sini “it” yang pertama mengacu kepada nyobanya sendiri, sedangkan “it” yang kedua mengacu kepada uang, waktu, dan/atau usaha yang dikeluarkan untuk mencobanya. Kalo dijabarkan bisa jadi “nyoba2nya worth the money kok”.
Juga dalam bahasa Inggrisnya, “it’s worth a try”, bukan “it’s worth to try”. Penggunaan “worth” yang seperti ini selalu diikuti dengan kata benda (“a try” itu jadi kata benda).
Supaya mudah diingat, pahami aja padanan dalam bahasa Indonesianya: “sebanding dengan”. Contoh: “the gain is worth the pain” maka padanan bahasa Indonesianya “apa yang didapat sebanding dengan rasa sakitnya”.
Pingback: “Worthed” Lagi « Pedantic Bastard
hahhaha thanks banget buat pembahasan ini.
saya ada temen yg sempet lama tinggal di australia, dan ngotot banget kalo ngomong pake worthed..
padahal saya tau itu salah, rasanya mau ketok kepalanya tapi gak tega..
mendingan saya kasih link blog ini aja yah..
hihihi thanks!
Pingback: Tweets that mention Worth it! — Pedantic Bastard -- Topsy.com