Dari pertama kali denger orang ngomong “secara” tapi yg dimaksud bukan “dengan cara”, melainkan “karena”, darah sudah mendidih. Sekarang makin banyak aja orang yang abuse kata “secara” ini, termasuk orang yg biasanya menulisnya kesannya udah berusaha banget untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, trus tiba-tiba di tengahnya muncul “secara” padahal yg dia maksud “karena”. Dipikirnya keren kali yah ikut-ikutan teenagers. Respect saya langsung drop drastically.
secara saya pake secara, maka dari itulah saya nulis komen secara ini.
Artikel ini berusaha menempatkan kata secara pada tempatnya di bingkai Bahasa Indonesia yang baik dan benar secara ironi. Ironi, bukan karena yang menulisnya bernama Ronny, karena tulisan ini juga banyak meng-abuse Bahasa Indonesia yang baik dan benar yang dibelanya itu.
Hehehe, kapan ya gua pernah ngebela Bahasa Indonesia yang baik dan benar?
http://ronny.wordpress.com/about/
BTW, ironi itu kata benda. Kata sifatnya adalah ironis.
jadi, kalo mo koreksi si ronny hrs ingat “syarat dan ketentuan berlaku”. He he he
Mengoreksi gua boleh banget kalo memang ada yg salah. Malah sangat dianjurkan.