Monthly Archives: November 2008
Eat Your Own Creative Dog Food
Akhirnya ada juga yang ngoreksi gua, walaupun gak kontak gua secara langsung, hehehe. Dan memang betul, gua yg salah. Dan sekarang udah gua benerin. Gua seneng banget kalo dikoreksi, artinya I’m learning new things. Or, actually in this case, I’m re-learning … Continue reading
The -style suffix
“I really enjoy Sukabumi’s style porridge.” It should be “Sukabumi-style” in that sentence, because “Sukabumi-style” is an adjective that describes the porridge (which is the object). Yes, there’s a hyphen between Sukabumi and style when used together as an adjective. … Continue reading
Every Fridays
It’s redundant. ”Every” is always followed by a singular, never plural. It’s either “every Friday” or “on Fridays”. Pick one, not both. (“On every Fridays” is even worse.)
Negoisasi… mmm… negosiasi?
Yang betul adalah negosiasi. Hari Kamis malam nonton berita di Metro TV denger reporternya ngomong “negoisasi” sampe dua, tiga kali. Sampe saya mikir, “it sounds about right, but there’s something weird.” Ternyata memang salah, makanya aneh. Saya bandingkan dengan bahasa … Continue reading
Re-
The usage of hyphen after “re” (which means once more here) used to confuse me. Is it “redo” or “re-do”? “re-iterate” or “reiterate”? “re-enact” or “reenact”? I found this gem in the New Oxford American Dictionary (used by the Dictionary.app … Continue reading
Plagiarism
In English there is no such word as “plagiat”, it’s probably originated from the Dutch word “plagiaat” which means “plagiarism” in English. So, please don’t write “plagiatisme”, because it’s not even a word. Not in English, and not in Indonesian. … Continue reading
Bajaj
Ini mungkin bukan hal baru, tapi salah kaprah yang umum. Saya pernah menjadi korbannya juga sampai sekitar tahun 2000 saya penasaran dan tanya ke teman sekelas saya yang dari Nepal (still closely related to India). Cara membaca “Bajaj” yang benar … Continue reading
Dung!
Iya dong! Saya bukannya against penggunaan slang atau bahasa percakapan. That’s how I talk too in daily conversations. Cuma penggunaan yg terlalu dibuat2 itu nyebelin banget. Apalagi kalo malah jadi aneh. Udah gitu punya arti yang tidak mengenakkan pula. Contoh: … Continue reading
Cabang
Kenapa kalo aslinya di Medan trus buka cabang di Jakarta nulisnya “Toko Anu Cabang Medan”? Bukankah seharusnya “Toko Anu Cabang Dari Medan”? atau “Toko Anu Cabang Jakarta Dari Medan”? Cabangnya kan cabang Jakarta.