Iya dong!
Saya bukannya against penggunaan slang atau bahasa percakapan. That’s how I talk too in daily conversations.
Cuma penggunaan yg terlalu dibuat2 itu nyebelin banget. Apalagi kalo malah jadi aneh. Udah gitu punya arti yang tidak mengenakkan pula.
Contoh:
- “dong” jadi “dung”, padahal pengucapannya tidak ada suara “u”-nya sama sekali. And “dung” means “shit” in English.
- “assalamualaikum” disingkat jadi “ass”, padahal “ass” artinya “pantat” (well, sebetulnya “donkey” sih, cuma pengertian “pantat” ini lebih populer).
Please, don’t embarrass yourself. Gak usah sok2an being different deh if you don’t know dung… err… I mean shit.
Pingback: Kencing! … « Pedantic Bastard