Yang betul adalah negosiasi.
Hari Kamis malam nonton berita di Metro TV denger reporternya ngomong “negoisasi” sampe dua, tiga kali. Sampe saya mikir, “it sounds about right, but there’s something weird.” Ternyata memang salah, makanya aneh. Saya bandingkan dengan bahasa Inggrisnya baru jelas.
Rasanya kesalahan ini disebabkan kemiripan akhiran “-isasi” dengan “-siasi”, lalu ditambah dengan kebiasaan menyingkat negosiasi menjadi hanya “nego” saja dalam bahasa sehari-hari. Akhiran yang umum kan “-isasi”, jadi harusnya “nego-isasi” kan?
Supaya ingat — kalo masih bingung — bandingkan dengan bahasa Inggrisnya, tapi yang bentuk verbnya, yaitu “negotiate” (as in “I don’t negotiate with terrorists.”) Kata bendanya jadi “negotiation”, bukan “negoisation” (or “negoization” if you’re American).
makin binun saja, hanya salah satu huruf ehh salah juga artinya
Hehe, tidak perlu bingung, cukup ingat yang betul saja kalo penjelasan saya membingungkan. Memang satu huruf itu besar pengaruhnya, that’s why we need to pay attention to details, untung terjemahan kata “control” ke bahasa Indonesia tidak menghilangkan satu huruf
mari kita bernegoisasi eh negosiasi: ada frustrasi dan ada frustasi.
boleh juga ditambah: te(r)lentang, te(r)lantar, dan satu lagi saya lupa…
menarik nih baca blognya pedanticbastard…
saya juga sedikit2 kritis dengan penggunaan kata2, tapi pengetahuan bahasa saya tidak baik.. jadi ya cuma bisa ngedumel hehehehe…