Etimologi dan Sejarah Indonesia

[Ed.: Artikel ini ditulis oleh penulis tamu @ivanlanin.]

Etimologi, dari bahasa Yunani ήτυμος (étymos, arti kata) dan λόγος (lógos, ilmu), adalah cabang ilmu linguistik yang menyelidiki asal-usul kata serta perubahan dalam bentuk dan maknanya. Kajian etimologi sebenarnya merupakan ranah akademis, tapi bagi penutur suatu bahasa, pengetahuan atau pemahaman dasar tentang etimologi sangat berguna antara lain dalam menentukan ejaan mana yang benar, berdasarkan asal katanya (disebut etimon), serta untuk proses pembentukan istilah baru.

Etimologi sangat erat kaitannya dengan sejarah suatu bangsa. Hubungan dengan (atau pendudukan oleh) bangsa lain sangat berpengaruh terhadap kosakata suatu bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Hal ini menyebabkan banyak kosakata bahasa Indonesia yang mirip dengan bahasa serumpun seperti bahasa Melayu, Sunda, Jawa, Tagalog (Filipina), dll.

Antara abad ke-7 dan ke-9, bangsa-bangsa di India masuk ke Indonesia melalui perdagangan dan penyebaran agama Hindu dan Buddha. Ini merupakan alasan mengapa banyak kosakata kita yang berasal dari bahasa Sanskerta, bahasa klasik India.

Sekitar abad ke-7, kerajaan-kerajaan Nusantara mulai menjalin kontak melalui perdagangan dengan bangsa-bangsa Cina dan Arab. Dalam interaksi ini, masuk pulalah beberapa kosakata bahasa Cina dan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

Awal abad ke-16 bangsa Portugis masuk ke Indonesia dan membuat bahasa Portugis pun banyak diserap ke dalam kosakata bahasa Indonesia. Namun, pendudukan Belanda selama 3,5 abad sejak awal abad ke-17 telah membuat bahasa Belanda menjadi salah satu sumber serapan utama bahasa Indonesia.

Bangsa-bangsa lain yang sempat berinteraksi dengan Indonesia sepanjang sejarah bangsa juga telah menjadi sumber kosakata bahasa Indonesia, meskipun tidak dominan dan hanya sedikit. Contohnya adalah Spanyol, Perancis, dan Jepang.

Seiring berjalannya waktu, dengan semakin diakuinya bahasa Inggris sebagai lingua franca, kosakata bahasa Indonesia semakin banyak yang bersumber pada bahasa Inggris. Tidak hanya kosakata baru, kosakata yang sudah ada pun dapat mengalami perubahan ejaan karena peralihan rujukan ini.

Jadi, jika Anda menemukan suatu kata bahasa Indonesia yang diragukan ejaannya, cobalah untuk menelisik, kira-kira dari manakah asal kata tersebut. Baca Pedoman Umum Pembentukan Istilah untuk mencari tahu bagaimana pola penyerapannya.

Atau sebaliknya, jika ada kata bahasa Inggris yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia, Anda bisa mencoba untuk melakukan penyerapan dengan menggunakan pedoman yang disebut di atas.

This entry was posted in Indonesia. Bookmark the permalink.

One Response to Etimologi dan Sejarah Indonesia

  1. Pingback: Kamus etimologi « nan tak (kalah) penting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>