Dari dulu saya kurang suka pemadanan kata feed dengan umpan, seperti kata feedback yang—menurut saya tanpa pikir panjang—diterjemahkan menjadi umpan balik. Kayaknya gara2 pemadanan feedback yang cukup populer ini sehingga kata feed sendiri sering kali diterjemahkan menjadi umpan. Menurut saya ini salah kaprah.
Kata feed sendiri, sebagai verb (to feed), bisa berarti memberi makan (e.g. to feed the fish), tapi juga bisa mempunyai arti memberi pasokan (e.g. to feed continuous paper into the printer), atau mendistribusikan (e.g. did TVRI use to feed their news program into private TV stations?).
Sedangkan sebagai noun, feed bisa berarti pakan (e.g. cattle feed), bisa juga berarti saluran/medium yang digunakan untuk pemasokan sesuatu (e.g. the printer has a continuous paper feed), atau distribusi (siaran) (e.g. the TV network has its own satellite feed).
Kemungkinan salah kaprah pemadanan feed menjadi umpan ini sepertinya bermula dari istilah umpan balik dalam konteks olahraga permainan seperti sepak bola. Dalam konteks olahraga permainan, penggunaan umpan masuk akal karena ada unsur pancingan, tapi umpan di sini lebih cocok dipadankan dengan kata bait. Kemudian orang yang mencari padanan kata feedback mulai rancu dengan kata umpan balik yang mungkin dia sudah pernah dengar sebelumnya, “oh, feed berhubungan dengan makanan masih nyambung sama umpan, dan back berarti balik, yeah, that’s it, pasti terjemahannya umpan balik.”
Contoh kasus seperti ini menegaskan kembali bahwa kebanyakan proyek “kamus” terjemahan Inggris-Indonesia tidak dirancang dengan pemikiran panjang bahwa satu kata bisa mempunyai banyak arti dalam fungsi yang mungkin berbeda tergantung konteksnya, sehingga banyak “kamus” yang hanya berupa pemetaan tunggal dari satu kata dalam satu bahasa ke satu atau lebih kata dalam bahasa satunya, tanpa penjelasan apa2. But I digress. That’s another post by itself.
Intinya, menurut saya, pemadanan kata feed menjadi umpan adalah salah kaprah. Tidak ada satu pun contoh kasus yang mempunyai penjelasan yang meyakinkan mengapa feed harus dipadankan dengan umpan.
Sebetulnya diskusi ini dimulai dengan pencarian padanan istilah RSS feed. Ivan Lanin memadankan feed dengan umpan di blognya. Beliau lebih condong ke penggunaan umpan sebagai padanan feed. Sebelumnya saya sudah menyarankan pasokan RSS atau pemasok RSS, tergantung penggunaannya. Setelah dipikir2 kembali, sepertinya distribusi RSS atau siaran RSS juga masih cocok digunakan sebagai padanan RSS feed.
Sedangkan untuk feedback, dalam kebanyakan konteks, saya menyarankan masukan ketimbang umpan balik. Lebih lugas, singkat, dan masuk akal.
Bagaimana menurut anda?
Hore, akhirnya keluar juga penjelasan ybs! Jadi alternatifnya adalah umpan, pasokan, distribusi, dan siaran ya? Mari kita cari linguis untuk ditanya pendapatnya. Btw, tadinya saya memang condong ke “umpan” karena mengambil model dari “feedback”. Tapi sekarang pasrah kok. Yang penting ada satu istilah yang seragam untuk satu konsep ini.
Mungkin kalau di sini saya akan memberi feedback terkait dengan artinya di atas. Arti masukan untuk feedback memang dirasa cocok dalam beberapa kalimat, e.g. Dia memberi feedback (masukan balik) positif. Tapi feedback bisa juga cocok diartikan umpan balik, misalnya dalam bidang fisiologis dimana ada suatu mekanisme dalam tubuh yg dinamakan positive atau negative feedback. Feedback lebih cocok diartikan umpan balik karena secara harfiah sinonim umpan sama dengan pancing. Dan memang begitulah mekanismenya berjalan, hasil dari suatu proses itu akan memancing balik proses sebelumnya agar timbul respon yg berlawanan atau bisa juga sinergis. Sedangkan RSS Feeder, memang kayanya lebih cocok jika artinya Pemasok/Distributor RSS
Hmm maaf ralat kali ya.. Bukan sinonim harusnya. Tapi maksudnya secara harfiah umpan adalah memberi makan untuk memancing.
Pingback: Tweets that mention Makan Umpan? Yuck! — Pedantic Bastard -- Topsy.com
masalahnya, kata “masukan” sudah terpakai untuk terjemahan kata “input”. sementara input dan feedback itu dari sudut pandang orang teknis adalah dua hal yang berbeda. input lebih ke arah pasokan data untuk menghasilkan output (keluaran) tertentu, dan input ini kebanyakan tidak tergantung dari output; sementara feedback dalam konteks teknis sedikit banyak tergantung pada hasil output. misalnya, pengemudi menekan pedal rem (input) untuk menghentikan kendaraan, sementara ABS (antilock braking system) akan mengalami proses feedback seperti berapa kecepatan kendaraan vs rotasi roda per menit untuk mencegah roda terkunci saat pengereman.
Hmm maaf ralat kali ya.. Bukan sinonim harusnya. Tapi maksudnya secara harfiah umpan adalah memberi makan untuk memancing.