
(Thanks to @ivanlanin for submitting the photo.)
Scratching itch since 2008
December 10th, 2009 — English

(Thanks to @ivanlanin for submitting the photo.)
October 7th, 2009 — English
[Ed.: Artikel ini ditulis oleh guest blogger @kuncoro. Lihat juga tulisan Pedantic Bastard sebelumnya mengenai Join dan Joint.]
Ini sebelumnya beberapa kali aku lihat, baik di Jakarta maupun di Bandung. Tapi yang betul-betul bikin pingin nulis ini adalah tulisan di Planet Dago, Bandung. “LET’S JOIN WITH US.”
Membaca kalimat-kalimat ajaib, kita otomatis mencoba merekonstruksi kenapa bentuk seperti itu bisa terjadi. “Marilah bergabung bersama kami,” gitu barangkali.
Tapi si penulis yang sejak SD dan SMP selalu mencontek itu, tentu lupa bahwa LET’S itu penyingkat dari LET US. Let us join with us. Konyol kan? Dan satu lagi, kata kerja JOIN tak perlu diimbuhi kata sambung WITH.
Jadi cukup tulis saja: JOIN US. Setidaknya kami jadi tahu bahwa si penulis bukan tukang contek di SD dan SMP, dan barangkali jadi mempertimbangkan untuk bergabung.
Speak poor English? Worry not. Let’s join with us. We speak poor English too.
September 23rd, 2009 — English

Photo by kamugendut.com.
July 1st, 2009 — English
An artist* who is going to perform in a show said:
Rehearsal. So that people’s money’s worth it.
What does “it” refer to in the sentence above? The show? Jadi, uangnya sebanding dengan pertunjukannya?
Something like this probably makes more sense:
So that the show will be worth it.
“It” refers to the money that people pay for tickets. If “it” is replaced with “the money”, then it would probably makes it even clearer. Pertunjukannya sebanding dengan uang yang sudah dibayar. Lebih natural.
So the general structure is, more or less, A is worth B, where B, in general, is initially perceived to be of lower value than A.
[*It's not important who the artist is, that's not the point. I'm not nitpicking him personally.]
February 18th, 2009 — English
I saw funny signs in Emporium Pluit’s parking lot saying “Do Not Entry”.
It’s either “Do Not Enter” or “No Entry”. Pick one, not both.
Enter is a verb, entry is a noun.
February 17th, 2009 — English

Photo by kamugendut.com.
January 28th, 2009 — English
Kalo mau tau perbedaan artinya, bukalah kamus yah. Kali ini gua cuma mau ngomongin perbedaan pronunciationnya aja.
Supaya gak bingung, pake “replay” sebagai patokan. Kata dasarnya adalah “play” dan kita (biasanya) tidak ada masalah dengan pronunciationnya “play”. Hint: it rhymes with “gay”. Jadi tinggal ditambah “re-” aja di depannya. Gampang kan? Jadi bacanya (kalo ditulis pake Bahasa Indonesia) jadi “ri-plei”, jangan sampe dibaca “ri-plai”.
Kalo udah tau cara mengucapkan “replay”, maka yang “reply” jadi lebih gampang. Bacanya “ri-plai”, bukan “ri-plei”.
January 18th, 2009 — English
… Begitu seruan “Piss!” itu berbunyi kalo diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Padahal yang dimaksud adalah “Peace!”
Mungkin seruan “piss!” ini sering diucapkan oleh orang yang sama dengan yang sering mengucapkan “dung” untuk “dong”, dan menyingkat “ass.” untuk “assalamualaikum”. Klop dah! Kencing, tai, dan pantat.
Mudah2an ntar nama anaknya gak punya arti jelek dalam bahasa lain.
January 17th, 2009 — English
Most likely yg sering dimaksud adalah “Thank God!”, bukan “Thanks, God.”
Seruan “Thank God!” bukan ditujukan kepada Tuhan. Nadanya adalah setengah mengajak dan setengah menyatakan. Mirip “God be praised!” atau “Terpujilah Tuhan!” (yang dua terakhir ini tidak banyak unsur mengajaknya sih, tapi lebih ke pernyataan atau ungkapan perasaan syukur).
Sedangkan ucapan “Thanks, God.” adalah ucapan yang ditujukan langsung kepada Tuhan, misalnya ketika kita sedang berdoa (berdoa = berbicara langsung dengan Tuhan, kan?).
(Thanks to ndari for the suggestion.)
Updated: tulisan bahwa Thank God! ditujukan kepada orang lain diralat, yg dimaksud sebetulnya adalah bahwa seruan itu bukan ditujukan ke Tuhan.
December 3rd, 2008 — English
Jenis kata apa yang bisa ditambah akhiran -ed? Hanya kata kerja (verb) aja kan?
Coba deh buka dictionary, cari “worth” trus liat fungsi katanya apa. Saya berani jamin pasti bukan verb.
[Update: Ternyata ada ding "worth" yang verb, TAPI jamanzaman sekarang sudah tidak digunakan lagi (it's archaic), dan artinya pun beda dengan "worth" yang kita sering gunakan/dengar sekarang.]
Yang kita denger orang bule ngomong itu adalah “worth it”, bukan “worthed”!