More Faster!

“This new engine is more faster.”

What could be more wronger than that?

Posted in English | Tagged | 3 Comments

Everyone is welcome!

Kata “welcome” paling sering digunakan sebagai exclamation untuk greeting, contohnya: “Welcome to Indonesia!”

Selain itu “welcome” juga bisa punya peran lain. Salah satunya adalah sebagai adjective, yang berarti diterima dengan senang hati. Contoh penggunaannya adalah kalimat yang mengundang secara implisit seperti ini: “We’re having a party this Sunday at our house, and everyone is welcome to join.”

Nah, yang bisa agak membingungkan lagi, “welcome” itu bisa juga berperan sebagai kata kerja, contohnya: “They welcomed her into the family.” Ini yang kadang salah kaprah digunakan di kalimat seperti “Everyone is welcomed,” padahal seharusnya “Everyone is welcome,” karena welcome di sini bukan kata kerja tapi adjective.

Memang “be welcomed” itu bisa jadi passive voice (kalimat pasif), tapi ini membuat kalimatnya menjadi kalimat pernyataan yg umumnya menjelaskan sesuatu yg sudah terjadi. Contohnya: “The honoured guest was welcomed by the ushers at the reception.” Sedangkan “welcome” yang adjective itu kalimat atau phrasenya cenderung mengundang, bukan pernyataan.

Posted in English | Tagged | 3 Comments

Bedanya Join dan Joint

Bukan, bedanya bukan huruf “t”. Itu sih jayus; anak kecil juga tau.

Ini kasusnya agak mirip dengan “complain” vs. “complaint”. Kalo kita pahami dan bisa ingat fungsi katanya, maka seharusnya tidak sulit mengetahui kapan pake yang mana.

Yang umumnya membuat rancu adalah antara “join” ketika akan digunakan sebagai kata kerja (“to join”), dan “joint” yang digunakan sebagai adjective (e.g. “joint checking account”, “joint venture”) atau kata benda (e.g. “the top two joints of my index finger”). Ini tebakan ngawur aja sih, tapi kemungkinan karena ketambahan huruf “t” maka kata tersebut terlihat lebih kompleks sehingga kesannya jadi lebih benar. Padahal keduanya bisa benar, tergantung konteksnya apa.

Yang bikin lebih bingung lagi, “join” juga bisa jadi kata benda yang punya arti mirip dengan “joint” sebagai kata benda.

Ini benar:

  • I joined a mailing list.
  • My joints ache.
  • The join between the two sheets is clearly visible.
Ini salah:
  • Can I joint your club?
Ini ada bonus: bacaan menarik dari New Oxford American Dictionary mengenai pemilihan kata “join”, “combine”, “consolidate”, “connect”, “unite”, dan “conjoin”.

THE RIGHT WORD

It is possible for someone to join an investment club, to consolidate his or her financial resources, and to combine a background in economics with a strong interest in retirement planning. All of these words mean to bring together or to attach two or more things.

Join is the general term for bringing into contact or conjunction two discrete things (: join two pieces of wood; join one’s friends in celebration), while conjoin emphasizes both the separateness of the things that are joined and the unity that results (: her innate brilliance, conjoined with a genuine eagerness to learn, made her the ideal candidate for the job).

In contrast, to combine is to mix or mingle things together, often to the point where they merge with one another (: combine the ingredients for a cake).

Consolidate also implies a merger of distinct and separate elements, but the emphasis here is on achieving greater compactness, strength, or efficiency (: consolidate their furnishings and buy a new house together).

Connect implies a loose or obvious attachment of things to each other, but with each thing’s identity or physical separateness preserved (: the two families were connected by blood; she connected the computer to the printer). In a physical context, it differs from join in that it implies an intervening element that permits movement; in other words, the bones are connected by ligaments, but bricks are joined by mortar.

When things are joined or combined so closely that they form a single thing, they are said to unite (: the parties were united in their support of the new law).

Posted in English | Tagged | 2 Comments

Pararel

Parallel kali.

Posted in English | Tagged | 4 Comments

It works!

It’s work! Cape dah gua, kerja mulu!

Bandingkan dengan:

It works! Akhirnya bisa jalan juga setelah seharian dipelototin!

“To work” artinya bekerja (it’s a verb). Sedangkan “work” bisa juga berarti pekerjaan (it’s a noun). Jadi di kalimat pertama, “work” adalah kata benda (mengacu ke pekerjaan), sedangkan di kalimat kedua, “work” adalah sebagai kata kerja dalam present tense dengan subject orang ketiga atau benda yang berarti “bekerja”.

Kalo bingung, coba expand “it’s work” menjadi “it is work”, lalu dibaca keras-keras, trus kata “work” diganti dengan “fish” (as a noun), lalu baca keras-keras lagi “it is fish”. “Work” yang mana yang dimaksud?

Posted in English | Tagged | 3 Comments

Secara Saya Goblok, Maka Saya Abuse Secara

Dari pertama kali denger orang ngomong “secara” tapi yg dimaksud bukan “dengan cara”, melainkan “karena”, darah sudah mendidih. Sekarang makin banyak aja orang yang abuse kata “secara” ini, termasuk orang yg biasanya menulisnya kesannya udah berusaha banget untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, trus tiba-tiba di tengahnya muncul “secara” padahal yg dia maksud “karena”. Dipikirnya keren kali yah ikut-ikutan teenagers. Respect saya langsung drop drastically.

Posted in Indonesia | Tagged | 5 Comments

Complain a complaint!

Inget-inget yah. Complain itu adalah kata kerja, sedangkan complaint itu adalah kata benda.

Ini salah:

  • “Mendingan lu complaint aja ke penjualnya.”
  • “Masa complain gua gak dipeduliin gitu sama dia.”
Ini benar:
  • “Let’s file a complaint.”
  • “Don’t complain! Eat your vegetables!”
  • “Mendingan lu complain aja ke penjualnya.”
  • “Complaint elu belum diterima sama atasan gua.”
Posted in English | Tagged | 4 Comments

Worth it!

“Worth” adalah adjective, bukan verb. Akhiran “-ed” hanya ditambahkan ke verb (kata kerja). Jadi tidak ada itu “worthed”. Ngarang2 aja.

Yang betul adalah “worth it”.

“It” di situ juga seharusnya mengacu ke sesuatu yang sudah dijelaskan sebelumnya. Misalnya: “beli aja itu extended warrantynya, it’s worth it kok”, di sini “it” yang pertama mengacu kepada pembeliannya itu sendiri sedangkan “it” yang kedua mengacu kepada uang yang dibayar untuk membeli extended warrantynya.

Contoh lain: “makanan di sana murah-murah dan enak-enak, kalo mau nyoba2 it’s worth it kok”, di sini “it” yang pertama mengacu kepada nyobanya sendiri, sedangkan “it” yang kedua mengacu kepada uang, waktu, dan/atau usaha yang dikeluarkan untuk mencobanya. Kalo dijabarkan bisa jadi “nyoba2nya worth the money kok”.

Juga dalam bahasa Inggrisnya, “it’s worth a try”, bukan “it’s worth to try”. Penggunaan “worth” yang seperti ini selalu diikuti dengan kata benda (“a try” itu jadi kata benda).

Supaya mudah diingat, pahami aja padanan dalam bahasa Indonesianya: “sebanding dengan”. Contoh: “the gain is worth the pain” maka padanan bahasa Indonesianya “apa yang didapat sebanding dengan rasa sakitnya”.

Posted in English | Tagged | 3 Comments

Deadline

Batas waktu akhir itu “deadline”, bukan “dateline”.

Just because a “deadline” has something to do with a date doesn’t make it a “dateline”.

Cara membaca “dead” dan “date” juga beda. “Dead” rhymes with “bet”, while “date” rhymes with “Kate”.

“Dateline” menurut kamus di Mac definisinya adalah “a line at the head of a dispatch or special article in a newspaper showing the date and place of writing.” Jadi baris (tulisan) yang berisi tanggal.

Posted in English | Tagged | Leave a comment

Header

Kalo “head” bacanya hèd atau hid? Trus ngapain “header” dibaca hider?

Posted in English | Tagged | 3 Comments